Facebook Twitter Google RSS

Fatwa Tentang Mahar Nikah

Mas Muluk     Rabu, Maret 07, 2012  

Penulis: Fatawa Al Jami'ah Lil Mar'ah Al-Muslimah Bab Nikah wa Thalaq
Hukum seorang (pria) yang menikah dengan (meng�gunakan) mahar milik anak perempuannya atau saudari perempuannva
Masalah 475
Samahatusy Syaikh Abdul Aziz bin Baz ditanya:
Apakah dibolehkan seseorang menikah dengan menggu�nakan mahar milik anak perempuannya atau adik perempuan�nya?
Jawaban:
Mahar milik anak perempuannya atau mahar saudari perempuannya merupakan satu hak diantara sekian hak-hak mereka dan merupakan satu bagian dari kepemilikan mereka. Apabila mereka memberikan mahar itu kepada laki-laki tersebut atau (memberikan) sebagiannya sebagai sebuah bentuk kepatuhan yang mereka pilih, sementara mereka dalam kondisi yang dibenarkan secara syariat, maka hal tersebut dibolehkan. Namun bila mereka tidak memberikan benda tersebut kepada�nya, maka tidak dibenarkan mengambilnya baik sebagian maupun seluruhnya karena kekhususan benda tersebut adalah bagi mereka.
Terkhusus bagi ayah perempuan tersebut, ia dibolehkan memiliki sebagian dari mahar tersebut selama hal itu tidak merugikan atau membahayakan anak perempuannya dan tidaklah tindakannya itu ia khususkan pada sebagian dari anak�-anaknya saja (sehingga hal ini tidak adil-pent), berdasarkan apa yang telah jelas dari Nabi Shalallahu �alaihi wa sallam :
"Sesungguhnya sebaik-baik apa yang kalian makan adalah dari usaha kalian dan sesungguhnya anak-anak kalian merupakan bagian dari usaha kalian".
(Fatawa AI-Mar'ah hat. 60)
Hukum menunda pembayaran mahar kepada calon istri dan zakat tentangnya�
Masalah 476
Fadhilatusy Syaikh Ibnu Utsaimin ditanya:
Apakah sah penundaan pembayaran mahar kepada calon istri? Dan apakah ada kewajiban zakat padanya?
Jawaban:
Mahar terutang (yang ditunda pembayarannya) dibolehkan dan tidak apa-apa berdasarkan firman Allah:
"Wahai orang-orang beriman, penuhilah akad-akad itu"(AI-Maidah: 1)
Maka memenuhi Akad meliputi pemenuhan terhadap akad itu sendiri dan syarat yang ada di dalamnya karena apa yang disyaratkan di dalam sebuah akad termasuk dari tanda-tanda akad tersebut. Apabila seseorang mensyaratkan terutangnya mahar ataupun sebagian dari mahar tersebut, maka tidak masalah.
Akan tetapi dibolehkan hal itu bila orang tersebut telah menentukannya (menyatakannya) sebagai mahar yang tcrutang dengan jelas, maka penundaan itu halal. Apabila orang itu tidak mensyaratkan terutangnya mahar, maka dibolehkan menunda pembayarannya karena terjadi perpisahan diantara mereka berdua, entah karena thalak (pernyataan cerai dari suami) atau batalnya nikah maupun karena kematian.
Diwajibkan pula zakat bagi sang wanita terhadap mahar yang terutang tersebut bila suaminya orang yang berharta. Jika dalam keadaan fakir maka tidak diwajibkan baginya zakat.
Seandainya masyarakat mau menerapkan permasalahan ini, yakni membolehkan terutangnya mahar, sungguh hal ini telah meringankan banyak orang untuk melangsungkan pernikahan.
Dibolehkan pula bagi pihak wanita untuk toleran terhadap penundaan maharnya asalkan ia dalam keadaan memiliki kesadaran penuh (dalam menerimanya). Adapun jika ia dipaksa atau diancam thalak (dicerai) bila tidak melakukannya, maka hal ini tidak dijadikan ketentuan untuk gugur maharnya. Karena tidak dibolehkan melakukan paksaan terhadap dia untuk menggugurkan maharnya.
Durus wa Fatwa Al-Haram Al-Makky karya Asy-Syaikh lbnu Utsaimin jilid 2/397
Referensi : Buku �Fatwa-fatwa Ulama Ahlus Sunnah Seputar Pernikahan, Hubungan Suami Istri dan Perceraian� Penerbit Qaulan Karima, Purwokerto. Hal. 16-18)

Mas Muluk


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Ut odio. Nam sed est. Nam a risus et est iaculis adipiscing. Vestibulum ante ipsum faucibus luctus et ultrices.
View all posts by Naveed →

Artikel Terbaru

Recent Post no Thumbnail by Tutorial Blogspot

Advertisment

Surveyer

Universitas Indonesia, Univesitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Universitas Lampung, Universitas Sriwijaya, Universitans Islam Negeri Sunan Kali Jaga, Sekolah Tinggi Agama Negeri Jurai Siwo, Unversitas Islam Negeri Sunan Ampel, Institut Agama Islam Negeri Raden Intan, Readmore

Kontak

PIN : 2797716A
============================
0857 681 888 39
0896 909 444 17


Menerima Jasa Design Blog dan menerima orderan Souvenir dan Merchendise.

Pengelola WebBlog

Dunia Hukum™ dikelola oleh :
Kholil Khoirul Muluk, S.HI. M.Ceo. M.dg. (Mas Muluk)
Seorang pengelana Asal Andalas Cermin yang selalu ingin belajar, belajar dan belajar. Ngeblog adalah kelainan yang bersifat akut untuk Mas Muluk. kalau sudah di depan laptop bertemu dengan Mbah Blogger ngobrol nya bisa berlama-lama.

Tentang kami

Dunia Hukum™ adalah halaman penyedia Kajian-kajian Ilmu Hukum yang terdiri dari Hukum Islam dan bagian-bagiannya, Hukum Nasional Indonesia (perikatan dan pidana), serta Hukum Internasional. Dunia Hukum™ ini di sajikan untuk pecinta ilmu hukum dengan tujuan agar para pecinta hukum lebih mudah memahami lebih mendalam tentang Perkembangan Hukum.